Catatan Muslim
gontor

5 Pilihan Pesantren Terbaik di Indonesia

Mendidik anak dengan pemahaman syariat Islam saat ini memanglah sulit. Jika hal semacam ini tidak ditanamkan bisa merusak moral dan generasi muda. Namun, sudah banyak orang tua yang berfikir modern, mereka lebih memilih memasukan anak ke dalam salah satu pesantren terbaik di Indonesia.

Pesantren Terbaik di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pondok pesantren. Dalam perkembangnya, juga banyak mengajarkan ilmu umum dan kegiatan ekstra sebagai wadah untuk mengembangkan bakat santri. Banyak pesantren terbaik yang bisa menjadi tujuan utama, di antaranya:

  1. Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Pondok pesantren Modern Darussalam Gontor didirikan oleh KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie dan KH Imam Zarkasyi pada tahun 1926. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin dan penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris)

Pondok ini berpusat di Ponorogo Jawa Timur dan memiliki beberapa cabang yang tersebar di Jawa, Sulawesi, Lampung, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, dan Riau.

Ma’had ini memiliki jenjang pendidikan yang disebut KMI (Kulliyatul Mu’alimin/Mu’alimat Al Islamiyah), dengan masa 6 atau 4 tahun, setingkat tsanawiyah dan aliyah. Selain itu, juga memiliki UNIDA (Universitas Darussalam) Gontor.

2. Pondok Pesantren Langitan Tuban

Pondok pesantren langitan Tuban didirikan oleh KH. Muhammad Nur pada tahun 1852. Pesantren ini merupakan salah dasatu yang tertua di Indonesia. Beberapa kyai penerus yaitu KH. Ahmd Sholeh, KH. Muhammad Khozin, KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Ahmad Marzuki Zahid dan KH. Abdulloh Faqih.

Selama setengah abad, pesantren ini telah melahirkan banyak tokoh besar seperti KH. Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Syamsul Arifin dll. Pesantren ini menggunakan sistem tradisional dan mengajarkan materi ilnu-ilmu agama.

Baca Juga  Cobaan Santri Baru yang Akan Selalu Dikenang

Di pesantren terbaik di Indonesia ini terdapat beberapa lembaga pendidikan, mulai tingkat MI, MTs dan MA. Selain itu, juga terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikuler marawis, kajian kitab, pidato, pramuka, computer, bahasa asing, kaligrafi, silat, olah raga, marching band, jurnalistik, publistik dan juga exacta.

3. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Pondok pesantren Tebuireng Jombang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899. Pesantren ini menerapkan sistem pendidikan dengan metode sorogan dan halqah tanpa dibedakan dalam jenjang kelas. Kemudian sistem ini mulai berubah dan dikembangkan.

Pada tahun 1991 diterapkan sistem klasikal dengan mendirikan madrasah salafiyah syafi’iyah. Terdapat dua tingkatan yaitu tingkat awal dan tingkat tsani. Mata pelajaran yang ada adalah berkisar tentang pengetahuan agama Islam.

Selanjutnya pada tahun 1929 mulai menambahkan pelajaran umum ke dalam kurikulum pengajaran. Hingga kini, pondok pesantren tebuireng tetap eksis dan menjadi tujuan untuk menuntut ilmu. Santri yang datang pun berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

4. Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Didirikan oleh KH. Abdul Karim pada tahun 1910, pesantren ini berada di desa Lirboyo kecamatan Mojoroto Kediri. Pesantren salaf ini memiliki kurikulum baku yang diajarkan secara klasikal sesuai dengan tingkatannya.

Pembelajaran di dalamnya berupa pengajian bandongan, sorogan, diskusi dan juga bahtsu masail. Jenjang pendidikan yang ada adalah Madrasah Tsanawiyah yang setara dengan SMP dan Madrasah Aliyah yang setara dengan SMA.

Kini telah memiliki lebih dari 17.000 orang santri yang belajar mendalami ilmu agama. Mereka berasal dari berbagai daerah hingga luar Jawa. Tidak hanya tentang ilmu agama, namun juga terdapat beberapa ekstra kulikuler yang dapat diikuti oleh santri.

5. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

Baca Juga  Ketahui Perbedaan Pesantren Modern dengan Pesantren Salaf

Pondok pesantren sidogiri didirikan oleh Sayyid Sulaiman dari Cirebon yang memiliki garis keturunan sampai Rasulullah. Untuk tahun berdirinya pesantren terdapat dua versi. Ada yang menyebutkan tahun 1718, namun juga ada yang menyebutkan tahun 1745.

Ayahnya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Umar Basyaiban al A’lawi adalah sorang perantau dari Yaman. Sedangkan ibunya Syarifah Khodijah adalah putrid Sultan Cirebon keturunan Sunan Gunung Jati.

Pesantren ini meiliki dua macam kegiatan yakni kegiatan ma’hadiyah dan juga kegiatan madrasiyah. Kegiatan ma’hadiyah hanya diikuti untuk santri yang bermukim di pondok, sedangkan kegiatan madrasiyah diikuti oleh santri yang mukim di pondok atau tidak.

Dengan mengetahui pesantren terbaik di Indonesia, tentu Anda tidak akan kesulitan dalam mencari tempat menuntut ilmu agama yang cocok untuk anak. Dan mungkin saja diantara pembaca menemukan beberapaa pesantren terbaik untuk menuliskan di kolom komentar agar di tambahkan dalam artikel ini.

Avatar

joko yugiyanto

Add comment