Catatan Muslim
tradisi takziran

5 Tradisi Unik Di Pesantren yang Harus Kamu Tahu

Tradisi unik di pesantren mungkin menjadi kenangan tersendiri bagi para alumni. Mulai menjadi santri baru hingga santri tingkat ula memiliki kenangan yang sangat sulit untuk dilupakan.

Pendidikan karakter yang dilatih sedari dini dengan berbagai teladan dari para guru memberikan nilai luhur yang menggambarkan pendidkan asli khas Indonesia.

Banyak sekali tradisi unik yang kini semakin dilestarikan meskipun ada beberapa tradisi yang seharusnya tidak menjadi kebiasaan dianggap hal wajar dan lumrah.

Namun, hal itu hanyalah sebagai bumbu untuk mengenang suka-duka di pesantren. Setiap pesantren memiliki ciri khas masing-masing meskipun terdapat kesamaan di setiap keunikannya.

Berikut adalah 5 tradisi unik yang hanya ada di Pesantren.

1. Ngrowot

Ngrowot merupakan salah satu istilah maupun tradisi unik yang mengakar di kalangan santri. Istilah ini dilakukan bagi mereka yang tidak makan menggunakan nasi sebagai bagian dari riyadlhoh.

Kegiatan riyadloh yang sering dilakukan meliputi, puasa, shalat jamaah, mujahadah dan amalan yang telah dinasehatkan oleh para kyai. Makanan yang dikonsumsi pada tradisi ini biasanya berupa nasi aking, nasi thiwul maupun mie instan yang kini menjadi kegemaran.

2. Takziran

Salah satu 5 tradisi unik yang ada di pesantren yaitu, takziran. Istilah ini sering digunakan bagi para santri yang melanggar peraturan yang sudah diberlakukan oleh pihak pesantren alias hukuman.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pengajaran bagi para santri agar patuh dan melaksanakan perintah yang telah ditetapkan. Biasanya takziran berupa baca kitab kuning, baca Al-Quran beberapa juz, hingga potong rambut gundul.

Selain itu, terkadang ada beberapa pesantren yang mengharuskan santrinya mensedekahkan satu sak semen ketika telat masuk pondok setelah sekian lama liburan dan lain sebagainya. Setiap pesantren memiliki takzir yang berbeda atas pelanggaran yang sama.

3. Mayoran

Kegiatan sepiring berdua mungkin lebih pas menggambarkan bagi sepasang pengantin yang baru menikah. Namun, tradisi romantis ini sudah sering dilakukan oleh para santri ketika di pondok sedang mengadakan hajatan.

Kegiatan atau acara untuk mengenang kembali, seperti haul maupun kelahiran salah seorang anak dari pihak pengasuh pondok maupun kegiatan lainnya.

Mayoran merupakan kegiatan makan bersama dalam satu nampan di kalangan santri yang kini masih terus dilestarikan.

4. Setoran

Kegiatan ini sudah menjadi hal biasa bagi para santri untuk melakukan setoran baik bacaan doa seperti fasholatan maupun nadhoman. Hal ini sudah biasa bagi para santri tahfidzul untuk melakukan setoran hafalannya.

Tidak jarang selain setoran biasanya para ustadz/ustadzah memberikan tes untuk hafalan sebelumnya. Ini dilakukan untuk menguji kekuatan hafalan dan melatih daya ingat para santri.

Biasanya terdapat pantangan-pantangan tertentu agar hafalan semakin kuat dan tidak mudah lupa. Nah, bagi Kamu yang ngaku alumni kegiatan ini pasti sudah menjadi makanan keseharian bukan? sudah sampe Alfiyah belum?

5. Ghosob

Salah satu tradisi di pesantren yang unik dan sangat tidak patut untuk ditiru. Istilah ghosob menjadi hal yang sering terdengar sekaligus menjengkelkan. Kenapa? Karena barang-barang yang dimiliki hilang tidak tahu siapa yang mengambil dan kadang jarang kembali kepada sang pemilik.

Barang yang seringkali di ghosob yaitu, sandal. Banyak santri yang menandai sandal mereka untuk menghindari si tukang ghosob.

Tapi, tetap istilah ini sering kali dijadikan bahan gojlogan bagi para senior maupun junior. Ghosob di beberapa pesantren sangat dilarang hingga ada takziran tertentu bagi para pelaku yang ketahuan.

Mengulas tradisi pesantren memang tidak akan pernah habis. Tidak hanya 5 tradisi unik yang ada di pesantren seperti beberap ulasan di atas saja yang bisa menggambarkan seperti apa kegiatan pesantren.

Tradisi ini hanya sebagian kecil dari banyaknya tradisi yang sifatnya lebih religius dengan kaitannya hubungan vertikal terhadap sang ilahi maupun hubungan horizontal sesama manusia.

Tradisi yang baik menjadikan para santri memiliki karakter yang kuat dan semakin percaya diri menghalau beragam kesalahpahaman yang kini mulai tumbuh di masyarakat.

Barokah doa yang dipanjatkan oleh para masyasyikh menjadi jalan untuk mengabdikan diri di masyarakat. Hal inilah yang dikenal di kalangan pesantren sebagai tabarrukkan. Salah satu cara mendapatkan berkah atas ilmu dan pengabdian para santri di pesantren dan di masyarakat pada umumnya.

Avatar

joko yugiyanto

Add comment