Catatan Muslim

Mengenal Apa Itu Mortgage Calculator dan Manfaatnya

Mortgage Calculator menjadi satu istilah yang tak asing bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia properti. Hal ini karena tools atau alat bantu ukur ini biasa digunakan untuk hitung kapasitas seseorang sebelum mengajukan kredit kepemilikan rumah.

Mortgage Calculator
pixabay.com

Seperti kita tahu saat ini untuk memiliki rumah dengan cara cash atau tempo bisa jadi hal mustahil. Terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai karyawan yang miliki pendapatan tetap.

Ada setiap bulan tapi tidak cukup besar atau lebih tepatnya dikatakan pas-pasan. Namun demikian bukan hal tidak mungkin pula untuk bisa miliki rumah impian.

Adanya pihak perbankkan atau lembaga keuangan akan bantu untuk atasi masalah ini. Paling penting miliki track record yang baik dan kapasitas yang cukup untuk membayar tagihan setiap bulannya.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Mengajukan KPR

Jangan pernah gegabah dalam proses pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Ingat proses KPR bukan hanya setahun dua tahun, tapi bisa jadi belasan tahun.

Terjadi gagal bayar maka bisa dipastikan akan bikin runyam banyak hal. Perlu dipikirkan dengan akal sehat dan jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

1. Susun Anggaran Bulanan

Minimal lakukan budgeting untuk tiap bulan. Catat berapa pengeluaran pokok yang harus dikeluarkan setiap bulannya dan hitung dana tersisa.

Kira-kira dari dana yang ada masih ada kemampuan tidak untuk bayar angsuran. Jangan pernah paksakan angsuran tinggi bila kemudian hidup akan tersiksa.

Budgeting harus dilakukan se-realistis mungkin tanpa ada kebutuhan pokok dikorbankan. Secara sederhana pastikan keamanan keuangan untuk jangka panjang.

2. Cek Reputasi Developer

Developer menjadi poin penting untuk proses kepemilikan rumah. Jangan termakan bujuk rayu dan kemudian menyesal.

Lihat berapa banyak proyek yang telah diselesaikan dan ada tidak masalah. Paling mudah kita bisa cari referensi di mesin telusur. Biasanya mereka yang bermasalah akan diliput media atau ada customer memberi rating rendah.

3. Pahami Garansi Booking Fee

Yakin dengan rumah diinginkan maka langkah selanjutnya bisa melakukan pembayaran booking fee. Sebisa mungkin minta perjanjian tertulis dan didalamnya terdapat garansi booking fee andai ditolak bank.

Jangan sampai hal paling mendasar ini tidak ada. Bisa jadi uang yang digunakan booking fee raib ketika ditolak bank.

4. Besarnya Plafon Dimiliki

Plafon yang dimiliki masing-masing orang akan berbeda satu dengan yang lain. Hal ini salah satunya dipengaruhi dengan jumlah pendapatan saat melakukan pengajuan KPR.

Selain itu juga dipengaruhi dengan potensi risiko yang ada. Dan pastinya juga termasuk cicilan tetap yang sedang berjalan.

Salah satu cara biar plafon naik tentu saja dengan melunasi semua utang yang ada. Tak terkecuali bila ada cicilan kartu kredit.

5. Perhitungan Suku Bunga

Biasanya dalam perhitungan suku bunga konvensional terdapat 2 suku bunga. Di 3 hingga 5 tahun pertama menggunakan suku bunga tetap atau fix. Dan setelah itu akan dikenakan suku bunga mengambang atau floating.

Suku bunga tetap / fix adalah suku bunga tetap yang dipatok pada tingkat tertentu selama masa kredit. Biasanya terjadi difase awal kredit. Selanjutnya diberlakukan suku bunga mengambang / floating yang nilainya berdasar suku bunga di pasar uang yang berlaku.

6. Tenor Dipilih

Sangat jarang ada karyawan yang bisa mengambil tenor jangka pendek atau kurang dari 8 tahun. Pada umumnya tenor diambil bergerak di 15 hingga 20 tahun.

Semakin pendek masa tenor maka cicilan akan semakin besar. Sebaliknya semakin panjang tenor diambil maka cicilan akan semakin kecil.

7. Waktu Proses Pengajuan

Tiap developer dalam memproses pengajuan akan berbeda-beda. Namun tetap miliki standarisasi untuk mereka yang telah melengkapi dokumen dan persyaratan.

Konfirmasikan sejak awal dan jangan sampai berlarut. Bila harusnya sudah akad dan serah terima kunci tapi tak kunjung terjadi ada baiknya segera minta solusi.

8. Biaya Administrasi

Biaya administrasi akan muncul dalam proses apapun itu. Dalam proses pengajuan kredit pasti akan muncul biaya tersebut.

Yang termasuk biaya administrasi antara lain provisi, notaris/PPAT, pengecekan sertifikat, pengikatan jaminan, asuransi jiwa kredit, dan
kerugian kredit.

9. Biaya Lain-Lain

Selain biaya-biaya pada nomor 8 konfirmasikan kembali biaya-biaya lain yang mungkin akan muncul. Jangan sampai ternyata biaya ini dalam cukup besar dan harus dibayarkan dalam satu waktu.

Bisa jadi akan menggangu cash flow dalam bulan berjalan. Menjadi penting kemudian untuk mencari informasi sedetail mungkin akan semua hal diatas.

Manfaatkan Mortgage Calculator Sebagai Alat Bantu

Beruntung kita berada di era digital. Yang mana banyak hal kini mulai dimudahkan.

Salah satunya tentu saja untuk menjawab beberapa poin diatas. Paling penting dengan Mortgage Calculator kita bisa menghitung angka aman dimana kita bisa mengajukan kredit kepemilikan rumah secara rasional.

Jadi bukan hanya sebatas angan atau keinginan saja. Tapi data itu didapat dari angka-angka nyata yang menunjukkan sejauh mana kemampuan kita yang sesungguhnya.

Dengan demikian kita akan lebih merasa pecaya diri dalam proses pengajuan kredit. Mortgage Calculator juga dapat membantu membandingkan suku bunga pinjaman hingga berbagai kemungkinan yang bisa diambil dalam kaitan proses kredit.

Semisal membandingkan down payment 25% tenor 15 tahun dengan down payment 30% tenor 13 tahun lebih menguntungkan yang mana. Berbagai metode perhitungan ini akan memudahkan bagi kita untuk mengambil keputusan.

Menariknya, mortgage calculator bukan hanya untuk hitung kredit rumah saja tapi bisa juga untuk hitung kredit mobil. Secara prinsip tak jauh beda dimana kita bisa mendapat berbagai alternatif untuk mendapat kesesuaian angka.

Beberapa poin penting yang akan diperhitungkan dalam Mortgage Calculator antara lain total Down Payment, tenor, interest / bunga berjalan dan biaya-biaya lain.

Dengan Mortgage Calculator ini pun kita bisa melakukan perhitungan lainnya. Baik itu amortisasi, over kredit atau proses perbankkan lainnya.

Cara menggunakannya pun cukup mudah dimana kita cukup mengisi kolom yang ada. Pastikan tidak ada kolom kosong karena akan memengaruhi hasil. Dan setelah itu tekan Calculat atau enter maka akan muncul resume atau angka diinginkan.

Lina Muryani

Add comment